Index Berita
Islam and State: A Study of the Liberal Islamic Network in Indonesia, 1999-2004
Indonesia is rich with many brands of Islam, ranging from radical to liberal. In the global fight against terrorism, it has become a matter of some urgency to study how Islamic fringe groups are making their presence felt. These groups have yet to be the focus of Western media in the same way that radical Islam is. Liberal or moderate Islam’s contribution to the political discourse has been inadequately explored. 2 This paper examines the significance of Jaringan Islam Liberal (JIL) or the Liberal Islamic Network movement during the period 1999-2004.
Persepsi Publik Tentang Masalah Kebangsaan dan Pluralitas dalam Masa Transisi
Harapan masyarakat untuk mewujudkan tatanan Indonesia yang demokratissetelah berlangsungnya transisi politik dalam tiga tahun terakhir ini masih terus-menerusmembentur kendala serius. Sejak kejatuhan Rezim Otoritarian Soeharto hinggapemerintahan transisi yang sekarang ini, kronik multi krisis yang menerpa sendi-sendiekonomi, sosial dan politik, belakangan ditambah lagi dengan dampak tragedipenyerangan gedung kembar World Trade Center dan Gedung Pentagon, AS, telahmemperparah situasi masyarakat Indonesia.
Islam Politik : Inklusivitas atau Eksklusivitas? Jawaban dari Masyumi (1945-1960)
Pernah Masyumi yang didirikan pada tahun 1945 dan terpaksa bubar pada tahun 1960 dapat dikatakan sebagai partai Islam terbesar di dunia. Partai ini juga mengemukakan dialog yang produktif antara Islam dan demokrasi. Sejarah partai itu, dilihat dari kegiatan maupun programnya, membawa kita suatu pertanyaan yang sulit namun menarik mengenai identitas Islam di hadapan pluralisme politik.
SFPID Luncurkan Website Pluralisme
Jakarta, (Antara)-Solidaritas For Peace In Diversity meluncurkan website nusantaraonline.org, yang merupakan situs database tentang pluralisme, termasuk undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan kebudayaan di Indonesia.
"Dengan website ini, kami mencoba mempromosikan kembali kebudayaan Indonesia. Saya khawatir 20 tahun mendatang, pakaian adat sudah punah, dan hanya bisa ditemukan di museum," kata Ketua Solidaritas For Peace In Diversity Yeni Rosa Damayanti, saat acara peluncuran website tersebut, Kamis malam.
Website Pluralisme Diluncurkan
Solidaritas For Peace In Diversity meluncurkan website nusantaraonline.org, yang merupakan situs database tentang pluralisme, termasuk undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan kebudayaan di Indonesia.
“Dengan website ini, kami mencoba mempromosikan kembali kebudayaan Indonesia. Saya khawatir 20 tahun mendatang, pakaian adat sudah punah, dan hanya bisa ditemukan di museum,” kata Ketua Solidaritas For Peace In Diversity Yeni Rosa Damayanti, saat acara peluncuran website tersebut, Kamis malam.
Nasib Pluralisme di RI Masih Terkekang
Kapanlagi.com - Sejumlah anggota DPR, pakar antropologi, dan aktivis pluralisme menyoroti masalah pengekangan terhadap pluralisme yang kerap terjadi, terutama dalam aplikasi peraturan daerah (perda) yang bersifat syariah.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Budiman Sudjatmiko ketika menyampaikan pandangan partainya, dalam acara Peluncuran Website Nusantaraonline di Jakarta, Kamis (25/2) malam, mengatakan bahwa pembentukan perda yang berdasarkan syariah merupakan hal yang bertentangan dengan UUD 45, Pancasila, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Budiman Sudjatmiko: PDI-P Bersikap Tegas tentang Pluralisme
JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi dari PDI-P, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa PDI-P selalu bersikap tegas dalam hal pluralisme, khususnya dalam masalah peraturan daerah yang memiliki kecenderungan terhadap agama tertentu.
"Perda seperti itu jelas-jelas melanggar Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Budiman saat berdiskusi dalam rangka peluncuran situs NusantaraOnline.Org di Hotel Nikko Jakarta, Kamis (25/2/2010).
Pluralisme Tetap Jadi Tugas Bersama
JAKARTA, KOMPAS.com- Pluralisme tetap menjadi pekerjaan rumah bersama bagi masyarakat Indonesia. "Banyaknya perda yang bertolak belakang dengan pluralisme berkaitan erat dengan kualitas dari anggota dewan. Hal inilah yang harus kita perbaiki bersama", kata Theresia Pardede saat berdiskusi di acara peluncuran situs www.NusantaraOnline.Org, di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (25/02/2010).
nusantaraonline.org, Situs Pluralisme Pertama di Indonesia
Baru-baru ini, sebuah situs online yang bertajuk www.nusantaraonline.org, diperkenalkan kepada masyarakat umum. Peluncuran situs diadakan? pada hari kamis, 25 Februari 2010 bertempat di hotel Niko. Situs tersebut didirikan oleh Solidaritas fo Peace In Diversity, yang? berisi tentang database pluralisme, termasuk undang-undang, peraturan daerah & keberagaman budaya di Indonesia.
Nusantaraonline.org Hadirkan Database Pluralisme
JAKARTA, KOMPAS.com - Solidaritas for Peace In Diversity meluncurkan situs online dengan alamat di www.nusantaraonline.org di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (25/02/2010). Situs ini ditujukan untuk penyediaan data yang berkaitan dengan masalah keberagaman atau pluralisme di Indonesia.

