Home

Primary links

  • Beranda
    • Situs Mobile
  • Regulasi
    • Fatwa
    • Kovenan Internasional
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Pemerintah
    • Undang-Undang
  • Berita
    • Artikel
    • Kajian
    • Kasus
    • Liputan
    • Resensi
    • Wacana
  • Forum
    • Publik
    • Umum
  • Media
    • Foto
      • Umum
    • Video
      • YouTube (8)
  • Kontak
    • Admin
    • Webmail
  • Profil
    • Mitra
    • Web Statistics
 
Kajian
 
Wacana
 
Liputan
 
Kasus
 
Mitra
 

Mitra Kami

Links to partners.

PBHI Jakarta

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia atau Indonesian Legal Aid and Human Rights Association berdiri pada 5 November 1996 di Jakarta.

PBHI Jakarta adalah salah satu dari 10 PBHI wilayah yang didirikan dalam kurun waktu sebulan berikutnya, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1996 atau bertepatan dengan hari peringatan Hak Asasi Manusia sedunia.

Sebagai institusi perhimpunan (association) berbasis anggota, PBHI Jakarta bersifat terbuka untuk menerima anggota baru bagi setiap orang yang ingin bergabung berdasarkan persyaratan yang sudah diatur.

LBH Jakarta

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta didirikan atas gagasan yang disampaikan pada Kongres Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) ke III tahun 1969. Gagasan tersebut mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat Peradin melalui Surat Keputusan Nomor 001/Kep/10/1970 tanggal 26 Oktober 1970 yang isi penetapan pendirian Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dan Lembaga Pembela Umum yang mulai berlaku tanggal 28 Oktober 1970.

Pendirian LBH Jakarta yang didukung pula oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta ini, pada awalnya dimaksudkan untuk memberikan bantuan hukum bagi orang-orang yang tidak mampu dalam memperjuangkan hak-haknya, terutama rakyat miskin yang digusur, dipinggirkan, di PHK, dan pelanggaran atas hak-hak asasi manusia pada umumnya.

Jurnal Perempuan

Berawal dari kepedulian akan begitu minimnya bacaan tentang feminisme di Indonesia, maka pada tahun 1995, maka Gadis Arivia bersama Ida Dhani dan Asikin Arif mulai mendirikan sebuah organisasi bernama Yayasan Jurnal Perempuan (YJP). Inisiatif untuk menerbitkan sebuah jurnal feminisme bernama Jurnal Perempuan ini lebih ditujukan dalam rangka melengkapi bahan perkuliahan paradigma feminisme di fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dalam perkembangannya ternyata jurnal tersebut cukup banyak diminati baik yang membeli di toko koperasi mahasiswa UI maupun di toko buku Gramedia.

Dalam perkembangannya YJP kian serius dalam memikirkan isi dan kemasan Jurnal Perempuan yang hingga akhir Desember 2008 telah mencapai edisi ke 60 dan terdistribusikan hampir di seluruh toko buku ternama di Indonesia. Dibantu oleh The Ford Foundation, dan menyusul beberapa lembaga funding lainnya seperti Asia Foundation, YJP tidak hanya menerbitkan jurnal berkala, namun juga menerbitkan buku-buku berperspektif gender. Selanjutnya di tahun 1998 YJP menerima tawaran dari Internews Indonesia untuk mencoba sebuah bidang yang baru dan penuh tantangan yakni memproduksi program radio bernama Program Radio Jurnal Perempuan (PRJP) yang mengangkat berbagai isu dan persoalan perempuan khususnya di tingkat lokal.

  • Printer-friendly version
  • Send to friend
  • PDF version

Counter

  • Site Counter: 204,647
  • Unique Visitor: 19,007
  • Since: 1 January 2010

Solidaritas
for Peace in Diversity

Copyright @2010 - Solidaritas

Jl. Pulo Asem Utara III/1B Rawamangun
T. +62-21-80301415 F. +62-21-47868934
solidaritas@nusantaraonline.org