Wacana
Problematika Globalisasi: Peluang dan Tantangan Islam
Problematika Globalisasi: Peluang dan Tantangan Islam
Globalisasi sebagai realitas sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan tidak bisa terus-menerus
dipersalahkan. Tidak satu bangsapun yang mampu menolak gelombang dunia ketiga (the third
wave) bernama globalisasi. Permasalahan yang sekarang ini timbul adalah tantangan agar umat
Islam berbuat lebih baik dan bekerja keras dengan potensi yang dimiliki untuk merubah
tantangan menjadi peluang. Globalisasi adalah peluang untuk mewujudkan Islam sebagai
agama rahmatan li al alamin: menciptakan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Mengurangi Dampak Dominasi Patriarki dalam Politik di Indonesia
Mengurangi Dampak Buruk Dominasi Patriarki dalam Politik di Indonesia
Syafuan Rozi
Tulisan ini secara khusus membahas tentang ketimpangan struktur dan kultur politik Indonesia akibat
dominasi patriarki secara politik di Indonesia sejak merdeka sampai dengan sekarang. Belajar dari pengalaman
ini, sebenarnya tidak ada rintangan hukum formal yang menghalangi perempuan untuk ambil bagian dalam pengambilan
keputusan atau pembuatan kebijakan publik di Indonesia, namun jumlah perempuan yang memegang jabatanjabatan
Gerakan Mahasiswa, LSM, dan Pers: Catatan atas Dinamika Civil Society di Indonesia Pasca Orde Baru
Gerakan Mahasiswa, LSM, dan Pers: Catatan atas Dinamika Civil Society di Indonesia Pasca Orde Baru
Baik mahasiswa, LSM, dan pers, disatukan oleh kesamaan kepentingan di antara mereka
yakni bagaimana demokrasi (dan proses reformasi) bisa dikawal. Perlu dipikirkan dan
diagendakan segera, soal apakah posisi gerakan mahasiswa, LSM dan pers di sini, lebih
sebagai kekuatan civil society yang berorientasi memperkuat wacana dan proyek neoliberal,
ataukah sebaliknya, memperkuat basis gerakan sosial, yang memperjuangkan demokrasi
kerakyatan sebagai orientasi utamanya.
M Alfan Alfian M
Islam, Pluralism, and Freedom of Religion
Islam, Pluralism, and Freedom of Religion
Oleh: Ahmad Fuad Fanani
State has to guarantee that freedom of religion will not violate other people’s rights. State
should not endorse one religion or group and oppress the others. The function of state is
to guarantee freedom of everyone to profess and practice their own religion because there
is an absolute relation between freedom of religion, institution, and policy that guarantee
the freedom.
Tradition of difference of opinion among Muslim society would be fruitful as long as it is
AGAMA DAN KEBANGSAAN: Mewujudkan Misi Profetik dalam Kehidupan Publik
AGAMA DAN KEBANGSAAN: Mewujudkan Misi Profetik dalam Kehidupan Publik
Yudi Latif
Menerobos kejumudan berpikir sebagian umat Islam yang cendrung
memperhadapkan Islam dengan konsepsi negara-bangsa, almarhum Nurcholish
Madjid (Cak Nur) justru melihat, sebaliknya, bahwa cikal bakal pertumbuhan konsepsi
negara-bangsa modem itu justru sedikit banyak disemai Nabi Muhammad di negara
(kota) Madinah.
Dalam pandangannya, negara-bangsa adalah suatu gagasan tentang negara yang
didirikan untuk seluruh (komunitas) bangsa. Pengertian "bangsa" atau "nation" itu
REKONSTRUKSI TOLERANSI: Dari Toleransi sebagai Modus Vivendi menuju Value
REKONSTRUKSI TOLERANSI: Dari Toleransi sebagai Modus Vivendi menuju Value
Zuhairi Misrawi
"Jika demokrasi menjadikan kediktatoran sebagai musuh bebuyutan, maka lawan dari
moderasi adalah intoleransi dan ekstremisme. Karena itu, jalan terbaik yang haruss dibangun
dalam masyarakat yang plural, yaitu rekonsiliasi antara demokrasi dan moderasi, demokrasi
dan toleransi untuk menggempur kediktatoran dan ekstremisme.1
Itulah wasiat terakhir yang disampaikan oleh mendiang Benazir Bhutto. la juga
menyebutkan sejumlah cendekiawan Muslim yang dianggap telah memberikan sumbangsih
Pembaruan Pemikiran Islam Nurcholish Madjid dan Isu-isu Gender
PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM NURCHOLISH MADJID DAN ISU-ISU GENDER1
Budhy Munawar-Rachman
Hampir tiga tahun lalu, pada 29 Agustus 2005, Nurcholish Madjid, atau
panggilan akrabnya Cak Nur, wafat meninggalkan kita. Beliau dimakamkan di Taman
Makam Pahlawan, Kalibata. Banyak kenangan bersama Cak Nur. Seorang
cendekiawan yang pikiranpikirannya banyak mencerahkan orang-orang yang pernah
mendengarkan perkuliahan, ceramah, wawancara, atau acara TV Cak Nur boleh
disebut sebagai pemikir besar Indonesia, karena ia mempunyai banyak sumbangan
Menampilkan Agama Berwajah Ramah
MENAMPILKAN AGAMA BERWAJAH RAMAH
Kautsar Azhari Noer
Mukadimah
Secara ideal dan normatif, semua agama bertujuan untuk kemanusiaan, dalam arti untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia. Semua agama memproklamirkan dirinya sebagai
pembela nilai-nilai kemanusiaan seperti kebajikan, kedamaian, cinta, kasih sayang,
kedermawanan, persaudaraan, solidaritas, persamaan, dan keadilan. Tetapi secara
historis, agama tidak selalu berfungsi positif untuk kemanusiaan; agama sering
menimbulkan malapetaka. Agama-atau, lebih tepatnya, atas nama agama, bahkan atas
Membuat Hidup Bermakna
MEMBUAT HIDUP BERMAKNA
Sri Dalai Lama Keempat-belas
Ketika saya berjumpa dengan orang-orang di berbagai belahan dunia, saya senantiasa
teringat bahwa kita adalah pada dasamya semua sama: kita adalah semua manusia.
Boleh jadi kita memakai pakaian yang berlainan, kulit kita memiliki warna yang
berbeda, atau kita berbicara dengan bahasa yang berbeda. Semua ini hanyalah perbedaan
luaran. Pada dasarnya, kita adalah manusia yang sama. Inilah yang membuat mungkin
bagi kita untuk saling memahami satu sarna lain dan memperkuat persahabatan dan
keakraban.
Mengapa Semua Agama itu Benar?
Mengapa Semua Agama itu Benar?
Oleh M. Dawam Rahardjo
Dua orang tokoh pluralis agama, Dr. M. Syafii Anwar (MSA), Direktur The
International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) dan Budhy Munawar-
Rachman (BMR), mantan Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina, punya
persepsi berbeda mengenai pluralisme. MSA, lebih menekankan pandangan
mengenai perbedaan agama-agama atau pluralitas agama-agama sebagai
premis paham pluralisme agama. Sementara BMR sebaliknya; ia menganut
paham pluralisme berdasarkan pandangan bahwa semua agama itu samasama
baik dan benar.

