Home

Primary links

  • Beranda
    • Situs Mobile
  • Regulasi
    • Fatwa
    • Kovenan Internasional
    • Peraturan Daerah
    • Peraturan Pemerintah
    • Undang-Undang
  • Berita
    • Artikel
    • Kajian
    • Kasus
    • Liputan
    • Resensi
    • Wacana
  • Forum
    • Publik
    • Umum
  • Media
    • Foto
      • Umum
    • Video
      • YouTube (8)
  • Kontak
    • Admin
    • Webmail
  • Profil
    • Mitra
    • Web Statistics
 
Kajian
 
Wacana
 
Liputan
 
Kasus
 
Mitra
 

Kategori Regulasi

  • Adat Istiadat (11)
  • Ekonomi dan Investasi (2)
  • Kewarganegaraan (10)
  • Partai dan Pemilu (2)
  • Pekerjaan (2)
  • Perencanaan Pembangunan (5)
  • Perserikatan (1)
  • Pertahanan dan Keamanan (1)
  • Pertanahan dan Tata Ruang (1)
  • Seni dan Budaya (2)
  • Tata Pemerintahan (3)
  • Pendidikan (3)
  • Hak Asasi Manusia (41)
  • Ketertiban Umum (63)
  • Keagamaan (51)
 

Pilih Propinsi

  • Sumatera Utara (1)
  • Riau (1)
  • Jambi (0)
  • Sumatera Selatan (5)
  • Bengkulu (1)
  • Lampung (4)
  • Bangka Belitung (1)
  • Kepulauan Riau (0)
  • Jakarta (1)
  • Jawa Barat (21)
  • Jawa Tengah (4)
  • Yogyakarta (3)
  • Jawa Timur (6)
  • Banten (3)
  • Bali (1)
  • Nusa Tenggara Barat (1)
  • Nusa Tenggara Timur (1)
  • Kalimantan Barat (4)
  • Kalimantan Selatan (10)
  • Kalimantan Tengah (3)
  • Kalimantan Timur (1)
  • Sulawesi Utara (1)
  • Sulawesi Tengah (0)
  • Sulawesi Tenggara (1)
  • Sulawesi Selatan (13)
  • Gorontalo (2)
  • Sulawesi Barat (0)
  • Maluku (0)
  • Maluku Utara (0)
  • Papua Barat (2)
  • Papua (0)
  • Aceh (13)
  • Nasional (7)
  • Sumatera Barat (18)

Wacana

Pengembangan gagasan.

Problematika Globalisasi: Peluang dan Tantangan Islam

  • Wacana

Problematika Globalisasi: Peluang dan Tantangan Islam

Globalisasi sebagai realitas sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan tidak bisa terus-menerus
dipersalahkan. Tidak satu bangsapun yang mampu menolak gelombang dunia ketiga (the third
wave) bernama globalisasi. Permasalahan yang sekarang ini timbul adalah tantangan agar umat
Islam berbuat lebih baik dan bekerja keras dengan potensi yang dimiliki untuk merubah
tantangan menjadi peluang. Globalisasi adalah peluang untuk mewujudkan Islam sebagai
agama rahmatan li al alamin: menciptakan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.

  • Add new comment

Mengurangi Dampak Dominasi Patriarki dalam Politik di Indonesia

  • Wacana

Mengurangi Dampak Buruk Dominasi Patriarki dalam Politik di Indonesia

Syafuan Rozi

Tulisan ini secara khusus membahas tentang ketimpangan struktur dan kultur politik Indonesia akibat
dominasi patriarki secara politik di Indonesia sejak merdeka sampai dengan sekarang. Belajar dari pengalaman
ini, sebenarnya tidak ada rintangan hukum formal yang menghalangi perempuan untuk ambil bagian dalam pengambilan
keputusan atau pembuatan kebijakan publik di Indonesia, namun jumlah perempuan yang memegang jabatanjabatan

  • Add new comment

Gerakan Mahasiswa, LSM, dan Pers: Catatan atas Dinamika Civil Society di Indonesia Pasca Orde Baru

  • Wacana

Gerakan Mahasiswa, LSM, dan Pers: Catatan atas Dinamika Civil Society di Indonesia Pasca Orde Baru

Baik mahasiswa, LSM, dan pers, disatukan oleh kesamaan kepentingan di antara mereka
yakni bagaimana demokrasi (dan proses reformasi) bisa dikawal. Perlu dipikirkan dan
diagendakan segera, soal apakah posisi gerakan mahasiswa, LSM dan pers di sini, lebih
sebagai kekuatan civil society yang berorientasi memperkuat wacana dan proyek neoliberal,
ataukah sebaliknya, memperkuat basis gerakan sosial, yang memperjuangkan demokrasi
kerakyatan sebagai orientasi utamanya.

M Alfan Alfian M

  • Add new comment

Islam, Pluralism, and Freedom of Religion

  • Wacana

Islam, Pluralism, and Freedom of Religion

Oleh: Ahmad Fuad Fanani

State has to guarantee that freedom of religion will not violate other people’s rights. State
should not endorse one religion or group and oppress the others. The function of state is
to guarantee freedom of everyone to profess and practice their own religion because there
is an absolute relation between freedom of religion, institution, and policy that guarantee
the freedom.
Tradition of difference of opinion among Muslim society would be fruitful as long as it is

  • Add new comment

AGAMA DAN KEBANGSAAN: Mewujudkan Misi Profetik dalam Kehidupan Publik

  • Wacana

AGAMA DAN KEBANGSAAN: Mewujudkan Misi Profetik dalam Kehidupan Publik

Yudi Latif

Menerobos kejumudan berpikir sebagian umat Islam yang cendrung
memperhadapkan Islam dengan konsepsi negara-bangsa, almarhum Nurcholish
Madjid (Cak Nur) justru melihat, sebaliknya, bahwa cikal bakal pertumbuhan konsepsi
negara-bangsa modem itu justru sedikit banyak disemai Nabi Muhammad di negara
(kota) Madinah.
Dalam pandangannya, negara-bangsa adalah suatu gagasan tentang negara yang
didirikan untuk seluruh (komunitas) bangsa. Pengertian "bangsa" atau "nation" itu

  • Add new comment

REKONSTRUKSI TOLERANSI: Dari Toleransi sebagai Modus Vivendi menuju Value

  • Wacana

REKONSTRUKSI TOLERANSI: Dari Toleransi sebagai Modus Vivendi menuju Value

Zuhairi Misrawi

"Jika demokrasi menjadikan kediktatoran sebagai musuh bebuyutan, maka lawan dari
moderasi adalah intoleransi dan ekstremisme. Karena itu, jalan terbaik yang haruss dibangun
dalam masyarakat yang plural, yaitu rekonsiliasi antara demokrasi dan moderasi, demokrasi
dan toleransi untuk menggempur kediktatoran dan ekstremisme.1
Itulah wasiat terakhir yang disampaikan oleh mendiang Benazir Bhutto. la juga
menyebutkan sejumlah cendekiawan Muslim yang dianggap telah memberikan sumbangsih

  • Add new comment

Pembaruan Pemikiran Islam Nurcholish Madjid dan Isu-isu Gender

  • Wacana

PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM NURCHOLISH MADJID DAN ISU-ISU GENDER1

Budhy Munawar-Rachman

Hampir tiga tahun lalu, pada 29 Agustus 2005, Nurcholish Madjid, atau
panggilan akrabnya Cak Nur, wafat meninggalkan kita. Beliau dimakamkan di Taman
Makam Pahlawan, Kalibata. Banyak kenangan bersama Cak Nur. Seorang
cendekiawan yang pikiranpikirannya banyak mencerahkan orang-orang yang pernah
mendengarkan perkuliahan, ceramah, wawancara, atau acara TV Cak Nur boleh
disebut sebagai pemikir besar Indonesia, karena ia mempunyai banyak sumbangan

  • Add new comment

Menampilkan Agama Berwajah Ramah

  • Wacana

MENAMPILKAN AGAMA BERWAJAH RAMAH

Kautsar Azhari Noer

Mukadimah
Secara ideal dan normatif, semua agama bertujuan untuk kemanusiaan, dalam arti untuk
meningkatkan harkat dan martabat manusia. Semua agama memproklamirkan dirinya sebagai
pembela nilai-nilai kemanusiaan seperti kebajikan, kedamaian, cinta, kasih sayang,
kedermawanan, persaudaraan, solidaritas, persamaan, dan keadilan. Tetapi secara
historis, agama tidak selalu berfungsi positif untuk kemanusiaan; agama sering
menimbulkan malapetaka. Agama-atau, lebih tepatnya, atas nama agama, bahkan atas

  • Add new comment

Membuat Hidup Bermakna

  • Wacana

MEMBUAT HIDUP BERMAKNA
Sri Dalai Lama Keempat-belas

Ketika saya berjumpa dengan orang-orang di berbagai belahan dunia, saya senantiasa
teringat bahwa kita adalah pada dasamya semua sama: kita adalah semua manusia.
Boleh jadi kita memakai pakaian yang berlainan, kulit kita memiliki warna yang
berbeda, atau kita berbicara dengan bahasa yang berbeda. Semua ini hanyalah perbedaan
luaran. Pada dasarnya, kita adalah manusia yang sama. Inilah yang membuat mungkin
bagi kita untuk saling memahami satu sarna lain dan memperkuat persahabatan dan
keakraban.

  • Add new comment

Mengapa Semua Agama itu Benar?

  • Wacana

Mengapa Semua Agama itu Benar?

Oleh M. Dawam Rahardjo

Dua orang tokoh pluralis agama, Dr. M. Syafii Anwar (MSA), Direktur The
International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) dan Budhy Munawar-
Rachman (BMR), mantan Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina, punya
persepsi berbeda mengenai pluralisme. MSA, lebih menekankan pandangan
mengenai perbedaan agama-agama atau pluralitas agama-agama sebagai
premis paham pluralisme agama. Sementara BMR sebaliknya; ia menganut
paham pluralisme berdasarkan pandangan bahwa semua agama itu samasama
baik dan benar.

  • Add new comment
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • next ›
  • last »

Counter

  • Site Counter: 204,735
  • Unique Visitor: 19,009
  • Since: 1 January 2010

Solidaritas
for Peace in Diversity

Copyright @2010 - Solidaritas

Jl. Pulo Asem Utara III/1B Rawamangun
T. +62-21-80301415 F. +62-21-47868934
solidaritas@nusantaraonline.org